Rabu, 15 Oktober 2014

Loew Sebut Jerman Naif di Menit-menit Akhir



RAJAVIP - Sempat memimpin sampai laga nyaris selesai, Jerman pada akhirnya harus berbagi angka dengan Republik Irlandia yang mampu menyamakan skor di injury time. Hasil yang membuat Joachim Loew frustrasi.

Die Mannschaft gagal memperoleh angka penuh setelah diimbangi Irlandia 1-1 dalam lanjutan laga Grup D Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Veltins Arena pada dinihari tadi.

Tampil menekan sejak awal, Jerman baru bisa memecah kebuntuannya di menit ke-71 lewat tendangan jarak jauh Toni Kroos. Ketika kemenangan sudah di depan mata, John O'Shea menceploskan gol balasan di menit akhir injury time guna memaksakan laga berakhir imbang.

"Kami semua sangat kecewa," ungkap pelatih Jerman itu yang dilansir Reuters.

"Memimpin sampai menit-menit akhir dan kemudian mereka mencetak gol lewat peluang pertama mereka, itu mengecewakan," lanjut Loew.

"Di menit-menit akhir kami naif. Kami tidak menjaga bola tapi malah terus memainkannya. Saya tidak punya alasan yang jelas untuk ini."

Jerman akan memainkan pertandingan berikutnya melawan Gilbraltar pada 14 November mendatang.

Quat-trick ke Gawang Jepang, Neymar Lewati Bebeto



RAJAVIP - Neymar tampil brilian dengan memborong seluruh gol dalam kemenangan Brasil atas Jepang 4-0. Tambahan gol itu membuat Neymar melewati jumlah gol legenda Brasil, Bebeto.

Pada pertandingan di Singapura National Stadium, Singapura pada Selasa (14/10) malam, Neymar membuka skor di menit ke-18 sekaligus menutup paruh pertama untuk keunggulan Brasil 1-0.

Paca restart, Neymar ngamuk dengan mengemas hat-trick yang tercipta di menit ke-48, 77, dan 81 untuk memastikan kemenangan Selecao sekaligus menjadikan koleksi golnya berjumlah 40 gol dalam 58 caps.

Dilansir ESPNFC, torehan itu membawa Neymar menggeser Bebeto (39 gol), yang bermain untuk Brasil pada 1985-1998 dan menjadi bagian dari tim Samba yang menjadi juara dunia pada 1994.

Dengan usia yang masih muda, 22 tahun, Neymar punya peluang besar memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang masa Brasil yang dimiliki Pele (77 gol). Namun, penyerang Barcelona itu mesti lebih dulu memecahkan rekor-rekor gol terbanyak milik Zico (48 gol), Romario (55 gol), dan Ronaldo (62 gol).

"Aku masih merinding (setelah mencetak empat gol)," ungkap dia usai pertandingan. "Tadi adalah momen yang sangat emosional, aku merasakan kebahagiaan yang begitu besar."

"Aku tidak tahu apakah aku punya batas. Aku cuma ingin membantu rekan-rekan setimku dan Selecao. Aku cuma memikirkan bagaimana bisa membantu, tidak masalah apakah aku mencetak gol atau rekanku yang mencetak gol."

Brasil mengindikasikan kebangkitan di bawah arahan Dunga, yang menggantikan Luiz Felipe Scolari menyusul kegagalan di Piala Dunia 2014. Kemenangan atas Jepang merupakan yang keempat beruntun setelah ditekuk Belanda 3-0 di partai perebutan tempat ketiga.

Selasa, 14 Oktober 2014

Usai Bikin Gol Perdana untuk Italia, Pelle Kritik Performanya & Prandelli



RAJAVIP - Graziano Pelle senang bisa langsung bikin gol dalam laga debutnya bersama timnas Italia. Namun Pelle tak sungkan untuk mengkritik performanya di laga itu sekaligus menyindir Cesare Prandelli.

Pelle untuk pertama kalinya dipanggil ke skuat Gli Azzurri laga kualifikasi Piala Eropa 2016 ini. Performa okenya bersama Southampton adalah alasan mengapa Antonio Conte memanggilnya.

Di laga debutnya melawan Malta, Pelle yang jadi starter langsung tampil sebagai pahlawan berkat gol tunggalnya yang membawa Italia menang 1-0. Ini adalah gol ke-6 Pelle dari 7 penampilan terakhir bersama klub dan timnas.

Pelle, yang melakoni debutnya di umur 29 tahun, bermain selama 70 menit lebih sebelum digantikan Angelo Ogbonna. Soccernet mencatat Pelle punya 6 tembakan dengan lima tepat sasaran.

"Saya masih 29 tahun, bukan 39 tahun, jadi saya belum setua itu!," canda Pelle membuka wawancaranya dengan Rai Sport usai laga seperti dikutip Football Italia.

"Saya bahagia, setiap orang punya jalannya masing-masing dan saya senang bisa seperti sekarang, khususnya bagi seorang striker gol itu sangat penting. Saya punya peluang lain juga dan sayangnya tidak bisa jadi gol," sambungnya.

"Ada sisi positif, tapi di satu sisi saya kurang puas dengan performa tadi, karena saya harusnya bisa lebih baik lagi. Saya tahu bahwa saya bisa lebih cepat menuntaskan peluang itu dan tidak berlama-lama menguasai bola, jadi saya harus bisa lebih melakukannya seperti itu."

Gol yang juga membayar lunas rasa penasaran Pelle, yang di masa kepelatihan Prandelli, sama sekali tak dlirik meski ia tampil oke bersama Feyenoord. Dalam dua musim, dia bikin total 55 gol dari 66 penampilan.

"Saya tidak ingin mengomentari pilihan pelatih. Saya sangat tahu bahwa banyak strikr yang juga pantas bermain untuk Italia, tapi saya bikin 50 gol di Liga Belanda dan banyak gol-gol yang bagus juga. Saya memang tidak berharap dipanggil, tapi setidaknya saya ingin sedikit lebih diperhatikan," demikian Pelle.

Wenger: Pemulihan Cedera Giroud Berjalan Amat Baik



RAJAVIP - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, bisa tersenyum melihat lancarnya proses pemulihan cedera Olivier Giroud. Wenger menyebut pemulihan Giroud lebih cepat dari prediksi awal.

Giroud mengalami retak tulang kering pada bulan Agustus lalu dan terpaksa baik meja operasi. Dia diperkirakan butuh waktu hingga 4 bulan untuk memulihkan diri.

Giroud awalnya diperkirakan akan kembali merumput pada akhir Desember atau awal Januari mendatang. Akan tetapi, striker asal Prancis itu bisa saja comeback lebih cepat karena menunjukkan kemajuan yang pesat selama proses rehabilitasi.

"Pemulihan Olivier Giroud berjalan sangat baik," jelas Wenger kepada beIN Sports.

"Saya yakin dia lebih cepat dari jadwal dalam hal rehabilitasi. Operasinya berjalan sempurna," kata dia.

Selama Giroud absen, Wenger mengandalkan Danny Welbeck sebagai ujung tombak. Welbeck, yang dibeli dari Manchester United, sejauh ini telah membukukan empat gol untuk The Gunners.

Senin, 13 Oktober 2014

Kiper Atletico Tak Terima Timnya Disebut Kasar



RajaVIP - Kiper Atletico Madrid Miguel Angel Moya tidak setuju bila timnya dianggap suka bermain kasar. Moya menegaskan bila Atletico hanya bermain dengan penuh intensitas bukan kekerasan.

Atletico memang mendapat sorotan dari berbagai kalangan karena gaya bermain mereka yang agresif menjurus keras. Meskipun begitu, Moya tetap tak punya kuasa untuk mengubah pandangan banyak orang terhadap timnya.

"Ada banyak tim termasuk Atletico yang permainan dasarnya mengandalkan intensitas. Ini adalah olahraga kontak fisik dan intensitas itu sudah sesuai aturan," ucapnya kepada AS.

"Saya tidak suka disebut kasar. Kami kuat. Tapi kami tidak memiliki tongkat ajaib untuk mengubah pendapat orang."

Los Rojiblancos saat ini sedang berada di posisi lima dengan koleksi 14 poin dan terpaut lima angka dari pimpinan klasemen La Liga Barcelona.

Herrera: Man United Punya Tiga Striker Terbaik di Dunia



RajaVIP - Gelandang Manchester United, Ander Herrera mengklaim bahwa Setan Merah kini memiliki tiga striker terbaik di dunia pada diri Wayne Rooney, Robin van Persie dan Radamel Falcao.

Diungkapkan oleh mantan pemain Athletic Bilbao tersebut, dirinya sangat senang berada dalam skuat Setan Merah saat ini. Pemain 25 tahun ini pun menegaskan akan memberikan yang terbaik dan membantu tim mencetak gol, utamanya membantu tiga striker yang menurutnya adalah terbaik di dunia.

"Saya pikir kami mungkin memiliki tiga striker terbaik di dunia saat ini. Ada Rooney, Van Persie dan Falcao," ujarnya.

"Juan Mata, Di Maria, Januzaj, Blind, Fletcher dan saya akan membantu mereka untuk mencoba mencetak gol," tandasnya.

Dalam empat pertandingan bersama United, Herrera, yang saat ini tengah menepi karena mengalami cedera tulang rusuk, telah mencetak dua gol dan satu assist.

KUALIFIKASI PIALA EROPA 2016 - COSTA AKHIRNYA BIKIN GOL, SPANYOL HANTAM LUKSEMBURG 4-0



RAJAVIP - Luksemburg - Diego Costa akhirnya mencetak gol pertamanya untuk tim nasional Spanyol saat juara Eropa itu menghantam Luksemburg empat gol tanpa balas, Senin (13/10) dinihari WIB.

Pada laga ketiga Grup C Kualifikasi Piala Eropa yang dihelat di Stade Josy Barthel, Spanyol membagi dua gol di masing-masing babak. Di babak pertama David Silva dan Paco Alcacer mencatatkan namnaya di papan skor.

Sementara di babak kedua Costa di caps ketujuhnya mampu bikin gol perdananya dalam balutan seragam La Furia Roja. Juan Bernat mencetak gol pamungkas timnya.

Spanyol kini mengumpulkan enam poin dari tiga laga dan duduk di posisi kedua berselisih tiga angka dari Slovakia di puncak klasemen. Luksemburg di posisi juru kunci dengan 1 poin.

Jalannya Pertandingan

Spanyol langsung ambil inisiatif serangan sejak menit awal namun mereka kesulitan menembus pertahanan berlapis dari Luksemburg.

Peluang pertama Spanyol baru hadir di menit 15 setelah Andres Iniesta dan Paco Alcacer memainkan umpan 1-2. Namun sayang sepakan melengkung Iniesta melayang di atas mistar.

Di menit 18 Diego Costa menguasai bola di kotak penalti dan ia coba melepaskan tembakan yang arah melebar. Alcacer gagal menyambut bola di depan gawang meski ia sudah berusaha menjatuhkan dirinya.

Tiga menit kemudian Costa membuang peluang lagi ketika tembakannya dari dalam kotak penalti melenceng jauh dari bidang sasaran.

Di menit 24 Costa melepaskan tembakan keras tapi Jonathan Joubert mampu menepisnya dan hanya berujung sepak pojok.

Silva! Gol yang ditunggu akhirnya tiba di menit 27 dan dicetak oleh pemain yang memperkuat Manchester City itu.

Bola panjang dari daerah pertahanan Spanyol gagal dibuang dengan baik oleh pemain Luksemburg. Si kulit bundar jatuh di kaki Silva yang cuma sekali menguasai bola sebelum menghujamkan keras ke pojok kanan atas gawang.

Costa oh Costa..... Keberuntungan tampaknya belum menghampiri striker Spanyol itu ketika di menit 31 ia yang lolos dari jebakan offside cuma tinggal berhadapan dengan kiper.

Tapi Costa gagal menjaga akurasi tembakannya dan malah membuat bola melebar jauh dari gawang.

Luksemburg mendapat satu peluang yang nyaris menjebol gawang David De Gea di menit 39. Dari sisi kiri, Daniel Da Mota melepaskan umpan silang ke kotak penalti yang nyatanya langsung mengarah ke gawang dan membuat Dea Gea harus sedikit melompat untuk men-tipnya.

Alcacer menjauhkan keunggulan Spanyol dua menit jelang turun minum. Umpan pendek Silva di dalam kotak penalti langsung diteruskan lewat sepakan ke arah tiang jauh dan tak bisa digapai Joubert.

Skor 2-0 menjadi penutup paruh pertama laga ini.

Spanyol tak mengendurkan serangan ketika peluit babak kedua dibunyikan dan sudah mendapat kans bikin gol di menit 48 lewat Alcacer, namun sepakannya dari jarak dekat masih terlalu lemah dan mengarah tepat ke kiper.

Costa akhirnya mampu mencetak gol pertamanya dalam seragam Spanyol di laga ini tepatnya di menit 68. Berawal dari free kick Silva yang membuat kemelut di kotak penalti Luksemburg, Costa yang tepat berada di mulut gawang langsung menyepak keras bola dan mengubah skor menjadi 3-0 untuk keunggulan Spanyol.

Gol keempat Spanyol hadir di menit 87 dan kali ini Juan Bernat yang merayakan gol pertamanya. Serangan balik cepat dilakukan Spanyol dan bola kemudian menggapai Rodrigo Moreno di sisi kanan.

Begitu mendekati kotak penalti, ia melihat pergerakan tanpa bola dari Bernat dan mengirimkan umpan terobosan padanya yang dituntaskan dengan bagian luar kaki kirinya.

Skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang wasit berbunyi.

Susunan Pemain

Luksemburg: Joubert; Jans, Chanot, Gerson, Philipps, Janisch; Holter, Mutsch, Da Mota (Payal 75'), Martins Pereira (Turpel 61'); Bensi.

Spanyol: De Gea; Carvajal, Bartra, Pique, Alba; Koke, Busquets, Iniesta (Pedro 70'); Silva (Juan Bernat 70'), Alcacer, Costa (Rodrigo 82').