Jumat, 16 Februari 2018

Bukan Wasit, Unai Emery Yang Buat Paris Saint-Germain Merana



Sepasang keputusan taktikal yang dilakukan Unai Emery, berimbas fatal pada kejatuhan timnya di Santiago Bernabeu.

“Dengan wasit yang berbeda, mungkin saja hasilnya juga akan berbeda. Ada beberapa keputusan yang benar-benar merugikan kami," ujar pelatih Paris Saint-Germain, Unai Emery, usai dibekap Real Madrid, seperti dilansir The Independent.

Kamis (15/2) dini hari WIB, PSG memang harus mengakui keunggulan 3-1 milik Madrid di Santiago Bernabeu, pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Emery lantas menyoroti bahwa wasit pemimpin laga, Gianluca Rocchi, merupakan faktor terbesar kekalahan timnya.

Dua insiden yang jadi singgungan utamanya, yakni penalti Cristiano Ronaldo yang tak sah dan handball Sergio Ramos di kotak terlarang. Sepasang situasi yang ketika laga berlangsung bahkan tak mendapat protes oleh pemain maupun staf pelatih kedua tim yang berlaga.

Untuk kasus pertama, penalti Ronaldo dinilai tak sah karena bola bergerak terlebih dahulu sebelum sang megabintang melepaskan tembakan. Bola bergerak diyakini karena hentakan kaki kiri CR7 yang dipengaruhi hembusan angin.

Mantan wasit flamboyan asal Inggris, Graham Poll, menilai penalti harusnya diulang, tapi dia memaklumi ketidaksadaran Rocchi. "Kalian tak bisa menyalahkan wasit yang melewatkan insiden tersebut karena hampir mustahil melihat hal itu di momen yang sebenarnya," jelasnya, seperti dikutip Daily Mail.

Pada kasus kedua, Ramos tertangkap kamera lakukan handball saat memblok tembakan kencang Adrien Rabiot di kotak terlarang Madrid. Usai insiden, kapten Los Blancos itu kemudian berakting dengan membersihkan dada bagian kirinya.

Tidak ada pemain yang protes, karena tembakan Rabiot begitu kencang dan posisi tangan Ramos tak terlihat aktif menahan bola. Rocchi juga berada posisi yang tak ideal untuk melihat insiden yang berlangsung sepersekian detik tersebut.

Legenda sepakbola Belanda, Ruud Gullit, bahkan berani menilai bahwa Ramos tak lakukan handball. "Tidak itu bukan handball, bola begitu kencang dan Ramos tak bisa berbuat apapun untuk menghindarkan tangannya dari bola," tuturnya di beIN Sport.

Satu-satunya solusi untuk mengatasi dua insiden itu adalah penggunaan Video Assistant Referee (VAR), yang mana UEFA belum menerapkan dalam kompetisinya. Karenanya bisa disimpulkan jika protes Emery hanyalah wujud dari rasa frustrasi belaka.

Emery justru harus menyalahkan dirinya sendiri atas kekalahan PSG di Bernabeu. Sepasang blunder taktikal eks juru taktik Sevilla itu menstimulasi kemenangan Madrid, yang dipastikan pada sepuluh menit akhir laga.

Pertama adalah memainkan Giovani Lo Celso sebagai jangkar lini tengah. Alih-alih mengembalikan Marco Verratti ke pos jangkar dan memainkan Julian Draxler sebagai pengapitnya, Emery malah berjudi dengan memainkan pemain 21 tahun yang baru jalani debut musim perdana di Liga Champions.

Hasilnya? Sangat mengecewakan. Meski punya akurasi operan mencapai 96,4 persen, Lo Celso cuma melepas 55 operan dan hanya melakukan 65 sentuhan. Tergolong minim untuk seorang gelandang jangkar.

Mobilitasnya pun tak memuaskan, tampak dari Verratti dan Rabiot yang harus disposisi terlampau sering sepanjang laga. Dosa lainnya? Tentu saja saat melanggar Toni Kroos di kotak terlarang, sebelum Ronaldo menuntaskan hadiah penalti guna samakan kedudukan 1-1.

Kedua dan yang paling fatal adalah saat menarik keluar Edinson Cavani yang cedera dengan bek kanan, Thomas Meunier, di menit ke-65. Masuknya pemain internasional Belgia itu membuat Dani Alves naik ke depan di pos winger, tetap dengan skema 4-3-3.

Emery sepertinya tak tersanjung dengan 'pertarungan indah' Alves dalam mengkover Marcelo selama satu jam laga. Menilik sejarahnya di Barcelona, Alves merupakan figur paling tepat untuk meredam eksplosivitas Marcelo yang jadi pelayanan eksekutif Ronaldo.

Alves memang bisa bertransisi menjadi winger kanan, tapi dia tak pernah istimewa di pos tersebut. Piala Dunia 2006 dan final final Liga Champions musim lalu jadi bukti. Dalam partai besar hadapi Madrid, Emery selayaknya sadar akan hal itu.

Meunier? Dengan posturnya yang bak raksasa, banyak pihak menilai bahwa dirinya merupakan bek sayap defensif. Nyatanya eks Club Brugge tersebut merupakan karakter bek yang sangat ofensif. Ketika diajak bertahan apalagi hadapi tim sebesar Madrid, pemain 26 tahun itu mudah saja jadi bahan bully-an.

Padahal akan lebih bijak jika Emery menurunkan Angel Di Maria untuk gantikan Cavani. Struktur permainan PSG takkan terlampau berubah plus pemahaman mendalam sang Argentina terhadap Madrid sebagai eks klubnya.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, langsung bereaksi terhadap blunder yang Emery buat. Marco Asensio yang spesial di sisi kiri penyerangan diturunkan pada menit ke-78. Hanya lima menit setelahnya, pemain 22 tahun itu melepas assist untuk gol kedua Ronaldo dari sisi Meunier.

"Saya melihat situasinya. PSG juga mulai kelelahan. Saya kemudian memasukkan Gareth Bale, Lucas Vazquez, dan Marco Asensio untuk membantu kami memenangkan pertandingan," ungkap Zidane, seperti dikutip Marca.

Marcelo sampai-sampai ikut mencetak gol tiga menit berselang, karena kebebasan luar biasa yang didapatnya di sisi kanan pertahanan PSG. Los Galacticos menang meyakinkan 3-1 dan Les Parisiens pun dihadapkan pada misi sulit lantaran wajib menang minimal 2-0 pada leg kedua.

Setelah musim lalu membuat PSG meraih prestasi terendahnya sejak 2013, jangan kaget jika Emery bakal menerima pemecatan andai Les Rouge-et-Bleu benar-benar tersingkir dari Madrid.

Sang presiden, Nasser Al Khelaifi, pantas geram lantaran pada awal musim ini sudah memodali Emery dengan Neymar dan Kylian Mbappe seharga lebih dari €350 juta.



Promo Bonus 100% Deposit New Member Sporstbook
Promo Full Rollingan 1% CASINO
Promo Cashback 5 - 10 % Sporstbook
Mari bergabung bersama kami di rajavip.com
Untuk Informasi Selanjutnya silahkan menghubungi CS 24 jam kami
Yahoo Messenger : cs.rajavip@yahoo.com
Blackberry Messenger : 25A9E0D4 / DC2F9C02
Whatsapp : 087886284341
Line : rajavipbet
Livechat : Tersedia di website kami di www.rajavip.com
Via Hp : wap.rajavip.com

0 komentar :

Posting Komentar