Roma bakal menggempur Lyon sejak kick-off untuk membalikkan defisit 4-2 dari leg pertama.
AS Roma membidik comeback sulit kontra Olympique Lyon dalam leg kedua babak 16 besar Liga Europa di Olimpico, Jumat (17/3) dini hari WIB.
Pekan lalu, Roma secara mengecewakan menelan kekalahan 4-2 dalam leg pertama di markas Lyon. Defisit dua gol tersebut membuat Giallorossi minimal harus menang 2-0 atau 3-1 untuk bisa lolos ke perempat-final.
Skor 4-2 itu menjadi kekalahan ketiga secara beruntun Roma di semua kompetisi. Namun, mereka sudah mengakhiri catatan negatif itu dengan melibas Palermo 3-0 di Serie A Italia pada akhir pekan lalu. Kemenangan itu tentu menjadi modal penting bagi Radja Nainggolan cs. saat menjamu Lyon.
Pelatih Roma Luciano Spalletti bahkan yakin timnya punya peluang lebih besar untuk lolos ketimbang Lyon. “Saya yakin kami memiliki peluang 60 persen untuk lolos. Saya sudah membicarakan hal ini kepada para pemain,” ungkap Spalletti dalam jumpa pers.
“Kami tidak boleh membuat kesalahan lagi. Kelolosan masih berada dalam jangkauan kami. Kami tidak boleh takut. Saya sangat yakin bahwa para pemain saya akan tampil bersinar di laga besok. Mereka sangat dewasa dan akan bertanding dengan sikap yang tepat,” serunya.
Lyon juga menatap partai ini dengan motivasi tinggi setelah pekan lalu sukses menghajar Toulouse 4-0. Partai Ligue 1 Prancis tersebut diwarnai gol setengah lapangan Memphis Depay, namun eks penyerang Manchester United itu tidak akan tampil karena aturan cup-tied.
Kemenangan tersebut membuktikan betapa tajamnya lini depan Lyon. Bahkan, Les Gones tergolong sangat produktif belakangan ini: mencetak 29 gol dalam tujuh partai terakhir! Pemain seperti Alexandre Lacazette, Nabil Fekir, Mathieu Valbuena berpotensi menjadi momok menakutkan di Olimpico.
Meski demikian, pelatih OL Bruno Genesio menilai performa positif dan keunggulan 4-2 tersebut tidak berarti terlalu penting di laga ini karena ia memprediksi Roma akan tampil habis-habisan sejak menit pertama. Ia pun mewanti-wanti timnya untuk selalu waspada.
“Yang terpenting adalah bermain dengan keseimbangan. Kami harus bertahan baik, karena Roma akan menekan kami. Mereka sangat kuat, tim terbaik kedua di Italia, dan salah satu favorit Liga Europa. Kami percaya diri, tetapi juga harus rendah hati. Roma akan bermain dengan tempo tinggi, jadi kami harus siap merespons dan melukai mereka,” seru Genesio.
Partai ini diprediksi akan berjalan ketat mengingat Roma dan Lyon merupakan satu-satunya wakil Italia dan Prancis yang tersisa di Liga Europa musim ini
PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:
AS Roma (3-4-1-2): Alisson; Rudiger, Manolas, Fazio; Peres; Strootman, Paredes, Emerson; Nainggolan; Salah, Dzeko.
Olympique Lyon (4-3-1-2): Lopes; Jallet, Mammana, Diakhaby, Rybus; Tousart, Gonalons; Fekir, Tolisso, Valbuena; Lacazette
TAHUKAH ANDA?
- Rekor kandang Roma di kompetisi Eropa musim ini terbilang mengecewakan: M2 S1 K2, dengan memasukkan 11 gol dan sudah kebobolan 8 gol.
- Roma belum pernah memenangi trofi di kompetisi Eropa, paling mentok menjadi finalis Piala Champions 1983/84 dan finalis Piala UEFA 1990/91.
- Adapun prestasi terbaik Lyon di kompetisi Eropa adalah semi-finalis Liga Champions 2009/10 dan Piala Winners 1963/64.
- Edin Dzeko (Roma) dan Giuliano (Zenit) adalah pemuncak daftar topskor Liga Europa musim ini dengan delapan gol.
RajaVIP -
Promo Bonus 100% Deposit New Member Sporstbook
Promo Full Rollingan 0.7% CASINO
Promo Cashback 5 - 10 % Sporstbook
Mari bergabung bersama kami di rajavip.com
Untuk Informasi Selanjutnya silahkan menghubungi CS 24 jam kami
Yahoo Messenger : cs.rajavip@yahoo.com
Blackberry Messenger : 25A9E0D4
Livechat : Tersedia di website kami di www.rajavip.com
Via Hp : wap.rajavip.com

0 komentar :
Posting Komentar