
Tanpa Mane, skema serangan kilat Liverpool tidak berfungsi dengan baik, sementara Mohamed Salah tampak belum sepenuhnya padu dengan gegenpressing.
Tak terasa, sudah hampir satu tahun berlalu sejak ‘nestapa Januari’ dialami oleh Liverpool. Pada momen tersebut, The Reds untuk pertama kalinya dalam musim 2016/17 harus bermain tanpa Sadio Mane karena sang winger harus membela negaranya di Piala Afrika. Siapa sangka, absennya satu pemain bisa mengubah nasib sebuah tim secara drastis, Liverpool langsung menjalani periode tanpa kemenangan selama Januari.
Jurgen Klopp berusaha mengantisipasi pengalaman buruk itu agar tidak terulang dan beberapa langkah telah diambil. Salah satu cara yang paling terlihat adalah memboyong Mohamed Salah dari AS Roma. Sebagai sesama winger , Mane dan Salah memiliki kecepatan lari yang luar biasa dan kiranya bisa diandalkan dalam skema gegenpressing yang menekankan pentingnya serangan balik cepat. Apalagi Salah punya rekor mentereng di Italia, mencetak 19 gol dan 14 assist.
Namun tak semuanya berjalan lancar untuk Jurgen Klopp. Terlepas dari performa buruk di awal musim, Liverpool ternyata masih merana tanpa Mane. Bintang asal Senegal itu masih sangat krusial dalam skema permainan heavy metal dan Salah sebagai pemain baru masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan cepat serta kerasnya sepakbola Inggris.
Promo Bonus 100% Deposit New Member Sporstbook
Promo Full Rollingan 1% CASINO
Promo Cashback 5 - 10 % Sporstbook
Mari bergabung bersama kami di rajavip.com
Untuk Informasi Selanjutnya silahkan menghubungi CS 24 jam kami
Yahoo Messenger : cs.rajavip@yahoo.com
Blackberry Messenger : 25A9E0D4
Livechat : Tersedia di website kami di www.rajavip.com
Via Hp : wap.rajavip.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar