RAJAVIP - Sebenarnya pelatih Chile sebelumya, Nelson Acosta, sering melakukan berbagai variasi taktik termasuk formasi 3-4-3. Namun skema dan permainan yang Chile tampilkan saat itu lebih defensif, di mana Acosta lebih mengandalkan serangan balik.
Berbeda dengan skema Bielsa dalam formasi 3-4-3 racikannya, Chile tampil menyerang dan sering menguasai jalannya pertandingan. Bahkan menurut Blair Newman pada tulisannya di These Football Times, permainan cepat anak asuh Bielsa itu menjadi hiburan tersendiri bagi siapapun yang menyaksikannya.
Bielsa sendiri mengakui bahwa ia menghindari permainan defensif, yang identik dengan permainan membosankan. Ia ingin membuat kesebelasan yang ia tukangi bermain cantik dan tetap menghasilkan kemenangan.
"Saya sering disuruh memilih oleh jurnalis antara bermain untuk menang atau bermain cantik. Saya tak setuju dengan pemisahan itu. Pernyataan yang benar adalah: kami bermain cantik untuk meraih kemenangan," tutur Newman dalam tulisannya yang berjudul ‘Chile: Style of Generation’.
Lantas apakah cita-cita mulia Bielsa itu terwujud? Kemenangan tentu saja tak selalu bisa diraih Bielsa dan skuatnya dalam masa transisi Chile ini. Bahkan di samping Chile meraih kemenangan historis seperti mengalahkan Argentina (1-0) dan untuk pertama kalinya menahan imbang Uruguay pada pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2010, Chile asuhan Bielsa pun mengalami kekalahan terburuk di kandang sepanjang sejarah (0-3) dari Paraguay dan Brasil.
Hanya saja permainan Chile tetap menyuguhkan hiburan tersendiri dan yang terpenting berhasil mengantarkan Chile ke Piala Dunia 2010. Ya, sosok yang menjadi inspirasi mantan anak asuhnya yang kini menjadi pelatih seperti Diego Simeone, Mauricio Pochettino, Matias Almeyda dan Marcelo Gallardo ini berhasil memenuhi ekspektasi Federasi Sepakbola Chile, FFCH.
Meskipun begitu, manajer kelahiran 21 Juli 1955 ini memutuskan untuk mengundurkan diri kursi kepelatihan Chile beberapa bulan setelah Piala Dunia 2010, yang mana Chile hanya mampu melangkah hingga babak 16 besar.
Bahkan isu pengunduran dirinya ini sudah mencuat ketika Piala Dunia bergulir yang memunculkan aksi dukungan dari para pendukung Chile. Hanya saja karena satu dan lain hal, keputusan Bielsa sudah bulat dan meninggalkan timnas Chile sekitar tujuh bulan setelah Piala Dunia.
Skema Borghi yang Tak Sesuai
Setelah Marcelo Bielsa berhasil memoles timnas Chile menjadi salah satu kesebelasan yang tampil menghibur, Chile mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam. Karenanya agar kualitas permainan Chile khas Bielsa bisa dipertahankan, pelatih Argentina lainnya, Claudio Borghi, ditunjuk sebagai suksesor Bielsa.
Ketika Bielsa mencuri perhatian di Piala Dunia 2010 bersama Chile, Borghi meraih prestasi tersendiri di tanah kelahirannya, Argentina. Bersama Argentinos Juniors, pelatih kelahiran 26 September 1964 ini meraih Torneo Clausura 2010, divisi teratas Liga Argentina.
Namun penunjukkan ini terbilang perjudian karena Borghi tak terlalu berhasil setelah menukangi Boca Juniors setelahnya. Borghi kala itu bertahan hanya selama 6 bulan saja. Pelatih yang pernah mencicipi seragam timnas Argentina sebanyak 9 kali ini dipecat setelah hanya mengumpulkan 17 poin dari 42 poin maksimal dan membuat Boca mengakhiri klasemen Apertura di peringkat 15.
Penunjukkan Borghi sebenarnya memiliki keterkaitan dengan pengalamannya menukangi kesebelasan asal Chile, Colo-Colo. Bahkan dalam dua musim ia menukangi Colo-Colo tersebut, ia mempersembahkan empat geluar juara: dua Apertura dan dua Clausura (2006-2007).
Bersama Colo-Colo, kala itu ia menangani pemain-pemain yang menjadi tulang punggung permainan Bielsa di Chile. Mereka adalah Gonzalo Jara, Claudio Bravo, Jorge Valdivia, Matias Fernandez, Sanchez, dan Vidal.
Hanya saja skema permainan Borghi memilki perbedaan yang ekstrem dengan pendekatan strategi Bielsa. Jika Bielsa memainkan garis pertahanan tinggi dengan intensitas pressing yang agresif, Borghi bermain dengan garis pertahanan rendah tanpa pressing.
Tampaknya para pemain asuhannya tak bisa menunaikan instruksi dari Borghi. Hal ini terlihat dari hasil yang diraih Borghi dan Chile pada periode 2011-2012 hanya 11 kemenangan dan lima kali imbang serta 11 kali kekalahan.
Tiga kekalahan beruntun pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Amerika Selatan serta tiga kekalahan di pertandingan persahabatan membuat Borghi dipecat. Saat itulah nama Jorge Sampaoli ditunjuk menjadi pelatih kepala timnas Chile yang mendapatkan berbagai prestasi.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -------------------------
Bonus Referal 1% (Menang atau Kalah Tetap Dapat) Seumur Hidup
Promo Bonus 100% Deposit New Member Sporstbook
Promo Full Rollingan 0.7% CASINO
Promo Cashback 5 - 10 % Sporstbook
Mari bergabung bersama kami di rajavip.com
Untuk Informasi Selanjutnya silahkan menghubungi CS 24 jam kami
Yahoo Messenger : cs.rajavip@yahoo.com
Blackberry Messenger : 25A9E0D4
Livechat : Tersedia di website kami di www.rajavip.com
Via Hp : www.rajavip.com
Proses Depo/WD Cepat, Aman, dan Terpecaya!
Nikamati Pelayanan Terbaik SAGAPOKER
Bonus Referral 10% Seumur Hidup
Melayani Bank BCA BNI BRI dan MANDIRI
Yahoo Messenger : cs.sagapoker@yahoo.com
Livechat :Tersedia di website kami di www.sagapoker.com
Via Hp : www.sagapoker.com
Pelayanan Tercepat Proses Deposit dan Withdraw 2Menit !



0 komentar :
Posting Komentar